Minggu, 23 Desember 2007

mampukah kita


seringkali rebah
di pukol badai gelora
sehingga luka yang parah
memaksa diri
untok berlari bangun
ke tempat yang selamat

lagi
terkena angin berpasir
yang bertiup kencang
masuk ke dalam mata
menjadi merah dan pedih
sehingga tertitis air mata

dan lagi
kemarau musim yang teruk
tanah jadi kering kontang
pokok mula mati terkulai
mentari menilau terik
membakar kulit-kulit
menjadi hangus dan kering

seketika
badai gelora itu, angin berpasir
serta kemarau yang teruk
telah tiada
namun ia pasti akan kembali
untok mengulangi tugasan nya

dan
mampukah kita
menghadapi nya lagi?

Tidak ada komentar: