Senin, 31 Desember 2007

pemangsa




Kantong semar, atau nama latinnya Nepenthes spp, adalah tanaman yang unik. Boleh jadi karena bentuknya yang buncit, mirip perut salah satu tokoh bijak dalam pewayangan, yaitu Semar, tumbuhan itu disebut kantong semar. Bentuk nepenthes untuk tumbuhanpada umumnya tidak lazim.

Sebuah kantong yang tergantung di ujung daun berisi cairan berfungsi membuat serangga terperangkap sebagai nutrisi untuk tanaman. Sifatnya yang karnivora membuat kantong semar tidak memiliki akar begitu banyak. Makanannya antara lain lalat, semut, dan kecoa. Nepenthes termasuk tanaman merambat, biasanya hidup di tempat terbuka.

Menurut Uhan, tanaman itu dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Tumbuhan tersebut paling banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, dengan jumlah nepenthes yang ditemukan masing-masing 22 dan 29 jenis. Terdapat 64 jenis nepenthes di Indonesia dari 82 jenis yang ada di dunia.

Di Indonesia, nepenthes masih banyak yang diambil langsung dari alam. Kondisi itu berbeda dengan di negara-negara yang sudah mampu membudidayakan nepenthes seperti Malaysia, Thailand, dan Belanda. Kekhawatiran yang timbul akibat pengambilan kantong semar dari habitat aslinya secara berlebihan adalah terganggunya keseimbangan alam.

Tanaman yang dilindungi itu akan semakin langka dan pada akhirnya bisa punah. Selain itu, ekosistem di lingkungannya akan terganggu. Sebab, kantong semar berfungsi sebagai salah satu makhluk hidup dalam rantai makanan pemangsa serangga.

Namanya yang belum seterkenal mawar atau anggrek membuat nepenthes perlu mendapat perhatian lebih. Kekhawatiran para penggemar nepenthes disebabkan habitat tanaman itu yang rusak serta pengambilan berlebihan dari alam. Bahkan, sudah ada jenis nepenthes yang terancam punah. Namun begitu tanaman ini masih saja dijual bebas di Indonesia, mungkin karena masih banyaknya jenis ini di Indonesia atau kurang tahunya masyarakat bahwa tanaman ini dilindungi.

Di dalam kantong semar terdapat nektar yang bisa mengundang serangga untuk hinggap dan serangga tersebut bisa jatuh tergelincir ke dalamnya, kata Emi. Serangga tidak bisa keluar lagi karena di dalam kantong semar terdapat semacam lilin serta nektar yang lengket. Serangga yang masuk kemudian dicerna dengan enzim masam yang dimiliki kantong semar.

Kantong semar perlu memangsa serangga untuk melepaskan nitrogen dan hara-hara lainnya untuk diabsorpsi oleh tumbuhan, kata Emi. Kantong pemangsa serangga dan artropoda tersebut sebenarnya merupakan daun yang mengalami modifikasi dan berisi cairan untuk mencerna makanan.

Tidak ada komentar: